Legislator yang Entrepreneur
Tak banyak yang tahu jika Legislator muda yang sekarang bertugas di Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Surabaya ini seorang intepreneur. Alfan Khusaeri, ayah dari 3 anak ini pernah mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi atau lebih keren disingkat IT. “Saya memang pernah mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang IT bersama beberapa teman,” ujar Alfan yang lulusan Teknik Kimia , Institut Teknologi 10 November Surabaya ini.
“Namun saya sudah lepas baik sebagai owner ataupun pekerja di sana begitu masuk sebagai salah satu anggota legislatif dari PKS di Surabaya,” kata Alfan yang sejak masa kuliah di ITS sudah bergerak di organisasi-organisasi binaan partai yang dulu bernama Partai Keadilan ini.
Memang dalam undang-undang, seorang legislator tidak diperbolehkan menjabat sebagai pekerja ataupun pemilik dalam salah satu usaha dan badan hukum. “Biarlah kawan-kawan yang meneruskan usahanya, meski saya sering diminta untuk memberi masukan,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Surabaya ini.
Lantas bagaimana sarjana teknik kimia bisa bergerak di bidang usaha IT? Alfan menerangkan di beberapa mata kuliah teknik kimia justru memanfaatkan teknologi IT dan komputerisasi untuk menganalisis berbagai masalah kimiawi.
“Kalau di kuliah ada yang namanya kimia komputasi, sedikit agak jauh dari gambaran ahli kimia yang berkutat pada bahan-bahan kimia,’ terangnya.
Sebagai bukti jika legislator Dapil 5 Tandes, Benowo ini ahli di bidang IT adalah saat pertama kali duduk sebagai salah satu legislator DPRD Surabaya , ia pernah mengkritisi proyek sistem pantauan lalu lintas jarak jauh yang dipergunakan Dinas Perhubungan Surabaya.
“Waktu itu saya mengkritisi bahwa teknologi yang dipakai Dishub untuk pantauan lalu lintas jarak jauh ini tidak sepadan dengan hasil yang diharapkan. Saya cukup tahu karena saat bergerak di usaha IT, program dan pirantinya pernah saya buat, dan jauh lebih kapabel,” terangnya. [gat]
Sumber Media : Harian Bhirawa
